Desa Sanding Menuju Desa Hijau Percontohan: Dari Sampah Jadi Berkah, Dari Desa Jadi Inspirasi
Inews Gianyar- Desa Sanding di Kabupaten Gianyar kini melangkah lebih jauh dengan tekad menjadi desa percontohan ramah lingkungan. Melalui program bertema “Jejak Hijau Desa Sanding Menuju Masa Depan Netral Karbon”, masyarakat desa bersama pemerintah dan mitra swasta bekerja sama mengubah wajah desa menuju arah yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Acara peluncuran program ini digelar di Kantor Desa Sanding pada Jumat (22/8/2025) dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun. Kehadiran tokoh publik seperti Founder Benihbaik.com, Andy F. Noya, serta Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Steffano Ridwan, semakin menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan Desa Sanding sebagai contoh nyata desa ramah lingkungan di Bali.

Baca Juga : Polres Gianyar Apel Operasi Patuh 2025, 116 Personel Diterjunkan, ETLE Jadi Andalan
Dari Sampah Menjadi Solusi
Salah satu program utama yang dijalankan di Dessa Sanding adalah pengelolaan sampah organik dengan metode Black Soldier Fly (BSF). Metode ini tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pakan ikan, pakan ternak, hingga pupuk organik.
Bupati Gianyar menyambut baik inisiatif ini karena selama ini sampah menjadi salah satu persoalan krusial di Bali. “Kalau kita bisa mengubah sampah jadi berkah, desa akan semakin mandiri. Desa Ssanding bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Gianyar bahkan di Indonesia,” ujar Wabup Mayun.
Dukungan Maybank Indonesia
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan misi Maybank: humanizing financial services atau memanusiakan layanan finansial. Baginya, Dessa Sanding bukan hanya sekadar lokasi program CSR, melainkan laboratorium hidup untuk membangun masa depan rendah emisi.
“Ini bukan proyek sekali jalan. Kami ingin mendampingi Dessa Sanding agar menjadi desa mandiri, rendah emisi, dan berkelanjutan. Kalau berhasil, kami akan kembangkan di daerah lain,” ujar Steffano.
Ia menjelaskan, ada tiga langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut:
-
Mengoptimalkan teknologi BSF agar produktif dalam mengolah sampah.
-
Mendorong penggunaan transportasi rendah emisi, seperti kendaraan listrik, di tingkat desa.
-
Membangun kemandirian ekonomi desa lewat hilirisasi produk BSF.
Terhubung dengan Maybank Marathon
Uniknya, program Dessa Sanding juga dikaitkan dengan penyelenggaraan Maybank Marathon 2025 di Bali. Event internasional ini ditargetkan menjadi ajang olahraga pertama di Indonesia yang berstatus zero emission pada 2030.
“Maybank Marathon sudah berjalan 14 tahun. Untuk bisa bebas emisi di 2030, persiapan harus dilakukan sejak sekarang. Dessa Sanding kami libatkan sebagai salah satu bagian dari strategi keberlanjutan itu,” tambah Steffano.
Harapan Besar untuk Dessa Sanding
Founder Benihbaik.com, Andy F. Noya, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyebut Desa Sanding punya peluang besar untuk menjadi inspirasi nasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, bukan hanya antara pemerintah dan swasta, tetapi juga masyarakat desa yang menjadi aktor utama perubahan.
“Kalau warga desa ikut bergerak, saya yakin Desa Sanding bisa menjadi role model nasional. Bali punya modal budaya dan gotong royong, tinggal diarahkan ke program yang berkelanjutan,” ujar Andy.
Menuju Desa Mandiri dan Berkelanjutan
Meski baru langkah awal, program ini sudah mendapat sambutan positif. Banyak warga Desa Sanding menyatakan dukungan karena hasilnya langsung terasa, mulai dari lingkungan yang lebih bersih hingga peluang ekonomi baru.
“PR kita masih banyak. Tapi dengan semangat bersama, Desa Sanding bisa menjadi model desa hijau yang bukan hanya membanggakan Gianyar, tapi juga Indonesia,” pungkas Steffano.
















