Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Warga Gianyar Kecewa, Pancuran Telaga Emas Kini Tinggal Satu

cek disini

Warga Bitera Keluhkan Pembangunan SPAM di Pancuran Telaga Emas, Akses Air dan Ruang Mandi Terbatas

Inews Gianyar- Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Meski tujuan awalnya untuk memperluas akses air bersih, kenyataannya proyek senilai Rp97,3 juta yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar justru menimbulkan masalah baru bagi warga.

Proyek ini memanfaatkan sumber mata air Pancuran Telaga Emas yang selama ini menjadi tumpuan warga sekitar. Selain sebagai sumber air minum, pancuran tersebut juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi. Warga biasa memanfaatkannya untuk mandi, bersosialisasi, sekaligus menjaga tradisi turun-temurun.

Namun setelah proyek dikerjakan, kondisi di lapangan jauh dari harapan. Pancuran yang sebelumnya berjumlah dua kini tersisa satu saja. Aliran air pun dianggap tidak maksimal, sementara desain baru justru mengurangi keaslian dan estetika lokasi.

Warga Gianyar Kecewa, Pancuran Telaga Emas Kini Tinggal Satu
Warga Gianyar Kecewa, Pancuran Telaga Emas Kini Tinggal Satu

Baca Juga : Ratusan Peserta Padati Halaman Kantor Bupati Gianyar di Hari Kesaktian Pancasila

Warga Merasa Kehilangan Fasilitas

Sejumlah warga mengaku kecewa. Mereka merasa akses terhadap air bersih kini semakin sulit, bahkan ruang untuk mandi pun hilang.

“Dulu ramai orang mandi sambil ambil air minum, suasananya hidup. Sekarang tinggal satu pancuran, itu pun di samping bak. Bisa ambil air, tapi tidak bisa mandi,” ujar Wayan Laba, salah seorang warga setempat.

Hal serupa disampaikan oleh Nyoman Budiana, sopir pikap yang biasa singgah di pancuran untuk mengisi air. Ia menuturkan, kini warga harus antre panjang jika ingin mengambil air.
“Sekarang cuma ada satu pancuran. Kalau banyak orang, ya jadi menunggu lama,” keluhnya.

Kritik Ramai di Media Sosial

Kekecewaan warga tidak hanya disampaikan secara langsung, tetapi juga ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menilai proyek SPAM di Telaga Emas bukan memperbaiki, melainkan merusak.

“Kegiatan ini bukan melestarikan, malah menghancurkan dan menghilangkan jejak peninggalan sumber mata air yang selama ini bermanfaat bagi masyarakat kami. Tolong kembalikan fungsi pancoran ini!” tulis seorang warga dalam statusnya yang kemudian dibagikan puluhan kali.

Postingan serupa bermunculan, menunjukkan keresahan masyarakat terhadap hilangnya fungsi pancuran yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pemkab Gianyar Akui Kurang Komunikasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama atau yang akrab disapa Gus Bem, mengakui bahwa ada kesalahan dalam proses pelaksanaan proyek. Ia bersama tim PUPR sudah turun langsung meninjau lokasi untuk mendengar keluhan warga.

“Seharusnya hal sensitif seperti ini disosialisasikan lebih luas, agar pemerintah tahu apa keinginan masyarakat. Kami mohon maaf atas keteledoran ini,” jelasnya pada Rabu (1/10/2025).

Menurutnya, sejumlah perbaikan akan segera dilakukan. Pihaknya berjanji mengembalikan fungsi dan estetika pancuran agar tetap bisa digunakan masyarakat.
“Lubang keran yang terlalu tinggi akan diturunkan, bagian yang dibeton akan dibongkar agar kembali natural, dan tampilan luar akan ditata dengan arsitektur Bali. Tahun depan juga direncanakan pembuatan permandian baru di sisi selatan yang masih tersedia ruang,” tegas Gus Bem.

Menjaga Tradisi dan Kebutuhan Warga

Masyarakat berharap janji pemerintah tidak sekadar wacana. Mereka menilai, air bukan hanya soal kebutuhan hidup, tetapi juga bagian dari warisan budaya. Pancuran Telaga Emas telah lama menjadi simbol kebersamaan warga, tempat berinteraksi, sekaligus bagian dari identitas lokal.

“Kalau hanya dilihat dari sisi proyek, mungkin kelihatan bagus. Tapi buat kami, pancuran ini bukan hanya soal air, tapi juga soal kehidupan,” ujar seorang warga lain dengan nada prihatin.

Kini, publik menunggu tindak lanjut pemerintah Kabupaten Gianyar untuk benar-benar menyeimbangkan kebutuhan infrastruktur dengan pelestarian nilai budaya serta kebutuhan sosial masyarakat.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *